Diduga Tak Terima Ditegur, Oknum Sekuriti RSUD Prabumulih Tegur Balik Keluarga Pasien
PRABUMULIH| umardaninews.com–Bwredar luas di media sosial Sebuah insiden yang melibatkan oknum petugas keamanan (sekuriti) di RSUD Kota Prabumulih menjadi perhatian publik. Oknum sekuriti tersebut diduga menunjukkan sikap kurang profesional setelah tidak terima ditegur oleh keluarga pasien, hingga berujung pada teguran balik yang dinilai menimbulkan ketidaknyamanan.
Peristiwa ini bermula saat salah satu anggota keluarga pasien menegur petugas sekuriti terkait sikap dan tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan etika pelayanan rumah sakit. Teguran tersebut disampaikan dengan maksud menjaga kenyamanan serta privasi pasien, khususnya di area perawatan.
Namun, alih-alih merespons secara persuasif, oknum sekuriti tersebut diduga menunjukkan sikap tidak senang dan justru menegur balik keluarga pasien. Situasi ini memicu kekecewaan pihak keluarga, yang merasa hak serta kenyamanan pasien tidak dihargai sebagaimana mestinya.
Keluarga pasien menilai, sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban rumah sakit, petugas sekuriti seharusnya mengedepankan sikap humanis, komunikatif, dan profesional. Rumah sakit, sebagai fasilitas pelayanan publik, diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman, bukan justru menimbulkan ketegangan antara petugas dan masyarakat.
“Kami hanya berharap suasana rumah sakit tetap kondusif. Pasien membutuhkan ketenangan untuk proses penyembuhan, dan keluarga tentu ingin merasa dihargai,” ungkap salah satu pihak keluarga pasien.
Atas kejadian tersebut, keluarga pasien meminta pihak manajemen RSUD Kota Prabumulih untuk melakukan evaluasi internal terhadap kinerja petugas sekuriti, agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka berharap rumah sakit dapat meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam aspek etika dan komunikasi petugas kepada pasien maupun keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Kota Prabumulih belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Masyarakat pun berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan secara bijak, demi menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan di Kota Prabumulih.
( Red)