Luapan Sungai Lematang Kembali Rendam Desa Curup, Pemdes Siapkan Perahu demi Keselamatan Warga
PALI| umardaninews.com— Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu kembali menyebabkan Sungai Lematang meluap dan merendam Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (10/1/2026). Air perlahan naik dan mulai memasuki pekarangan rumah warga, terutama mereka yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Bagi warga Desa Curup, banjir seperti ini bukanlah hal baru. Setiap memasuki awal tahun, khususnya bulan Januari, luapan Sungai Lematang hampir selalu datang. Bahkan, dalam setahun banjir dapat terjadi hingga tiga sampai empat kali, mengikuti tingginya curah hujan di wilayah hulu sungai.
Meski telah menjadi langganan, kewaspadaan tetap menjadi prioritas. Pemerintah Desa Curup mengambil langkah cepat dengan menyiapkan 30 unit perahu lengkap dengan dayung yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2025 melalui dana tanggap darurat. Perahu-perahu tersebut disiagakan untuk membantu mobilitas warga dan mengantisipasi situasi darurat apabila debit air terus meningkat.
Kepala Desa Curup, M. Tisar, mengatakan bahwa perahu telah dibagikan dan ditempatkan di lingkungan warga agar mudah diakses saat dibutuhkan. Setiap satu unit perahu digunakan secara bersama oleh empat Kepala Keluarga atau empat rumah.
“Perahu ini kami siapkan khusus untuk kondisi darurat banjir. Harapannya, warga tidak panik dan tetap bisa beraktivitas dengan aman saat air naik,” ujar M. Tisar.
Perhatian terhadap kondisi warga juga datang dari pemerintah kecamatan. Camat Tanah Abang, Dadang Afriandi, S.H., M.Si, bersama Kepala Desa Curup dan Babinsa setempat, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir. Dari hasil pantauan, air sudah mulai menggenangi pekarangan rumah di beberapa titik, meskipun belum masuk ke bagian dalam rumah warga.
Dalam kunjungannya, Camat Tanah Abang menyampaikan pesan agar masyarakat tetap tenang namun waspada. Ia mengingatkan warga untuk selalu mengutamakan keselamatan keluarga, terutama anak-anak dan lansia.
“Banjir ini memang rutin terjadi, tetapi keselamatan warga tetap menjadi yang utama. Kami mengimbau masyarakat untuk siaga dan segera melapor apabila air naik lebih tinggi atau membutuhkan bantuan,” ungkap Dadang Afriandi.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kecamatan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, TNI, dan unsur terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah lanjutan jika kondisi memburuk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada warga yang harus mengungsi. Namun demikian, Pemerintah Desa Curup memastikan kesiapsiagaan tetap dijaga, sembari berharap debit air Sungai Lematang segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas dengan normal.
( Red)