Prof Dr Sutan Nasomal: Presiden Prabowo Harus Perhatikan Dampak ETLE di Tengah Kemiskinan yang Meningkat
JAKARTA| umardaninews.com– Kondisi masyarakat Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Prof Dr KH Sutan Nasomal SE, SH, MH, pakar hukum dan ekonomi, menyoroti dampak luas kemiskinan dan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dinilai membebani warga berpendapatan rendah. Pernyataan ini disampaikan saat wawancara dengan tim media di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Komplek Asrama Koppasus, Jakarta.
Menurut Prof Sutan, bencana alam seperti banjir dan longsor yang terjadi belakangan ini menambah beban masyarakat, yang sebagian besar kini hidup di bawah garis kesejahteraan. “Hidup rakyat banyak saat ini bisa digambarkan dengan pepatah klasik ‘Hidup Segan, Mati Tak Mau’. Banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Prof Sutan menjelaskan, kemiskinan kini tidak hanya menimpa golongan bawah. Banyak masyarakat menengah terjun ke level ekonomi rendah, kesulitan menabung, bahkan untuk membeli makanan sehari-hari. Kebijakan beberapa kepala daerah yang menghapus denda pajak kendaraan roda dua dinilai tepat, karena mayoritas pemilik motor kini berada di bawah UMR dan pendapatannya menurun drastis.
“Setiap kebutuhan pokok, bahkan sembako, sudah termasuk pajak. Upaya hidup layak bagi masyarakat kini sangat berat,” tambahnya. Prof Sutan juga menyoroti risiko utang online yang makin meluas di kalangan warga berpenghasilan rendah.
Selain itu, penerapan ETLE yang telah berjalan selama tiga tahun di beberapa kota dan kabupaten, menurut Prof Sutan, berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat. “Tilang ETLE bisa menjadi masalah serius jika masyarakat gagal membayar, mengingat daya beli mereka yang menurun,” jelasnya. Salah seorang pengemudi ojek online (ojol) mengakui penghasilannya menurun sejak awal Januari 2026 karena daya beli masyarakat melemah.
Prof Sutan Nasomal meminta Presiden RI Jenderal Haji Prabowo Subianto untuk mengambil langkah pro-rakyat. “Kami berharap Presiden mempertimbangkan penghapusan tilang ETLE beserta dendanya bagi masyarakat miskin, demi kemanusiaan dan mencegah kesulitan hidup yang lebih parah,” tegasnya.
Sebagai tokoh pers internasional, pakar hukum dan ekonomi, Presiden Partai Oposisi Merdeka, sekaligus pendiri Ponpes ASS SAQWA PLUS, Prof Sutan Nasomal menekankan perlunya perhatian nyata pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi dan bencana yang semakin kompleks.
( Red)