BREAKING NEWS

Prof Dr Sutan Nasomal: Presiden RI Tidak Boleh Kalah oleh Spekulasi Pengusaha Kaya

JAKARTA| umardaninews.com— Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, diminta untuk tidak kalah dalam menghadapi strategi spekulatif para pengusaha kaya yang dinilai belum memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi nasional. Pemerintah didorong untuk mengambil langkah tegas dan strategis agar kekayaan yang beredar di Indonesia benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Dr KH Sutan Nasomal, SE, SH, MH, Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, saat memberikan keterangan kepada para pemimpin redaksi media cetak dan online, baik nasional maupun luar negeri, di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurut Prof Sutan, Presiden RI perlu mempertimbangkan penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) yang secara khusus mendorong kalangan orang kaya dan pengusaha besar di Indonesia untuk berperan aktif menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan sektor ekonomi riil.

“Selama ini, beban pengangguran dan penciptaan lapangan kerja hampir sepenuhnya ditanggung negara. Sementara sebagian orang kaya justru sibuk melakukan spekulasi demi keuntungan pribadi,” ujarnya.

Ia menilai, pergerakan ekonomi nasional sangat bergantung pada minat belanja dan investasi kelompok kaya. Namun pada praktiknya, banyak dana besar justru disimpan di rekening, dialihkan ke pembelian dolar Amerika Serikat, emas, maupun saham, serta dibelanjakan di luar negeri.

“Uang itu dicari dan dibesarkan di Indonesia, tetapi manfaatnya justru dinikmati oleh negara lain. Ini tidak sehat bagi ekonomi nasional,” tegas Prof Sutan.

Lebih lanjut, ia mengkritik perilaku sebagian pengusaha yang agresif mengeruk keuntungan di dalam negeri, namun tidak menunjukkan keberpihakan terhadap pasar domestik dan masyarakat Indonesia.

Untuk mengatasi hal tersebut, Prof Sutan mendorong pemerintah agar menyiapkan skema kebijakan yang membuat para pengusaha kaya merasa aman dan nyaman membelanjakan serta mengembangkan kekayaannya di Indonesia.

“Negara harus menyiapkan ‘kamar khusus’ bagi para pengusaha kaya agar mereka tetap satu barisan dengan Negara Indonesia, bukan justru memindahkan hartanya ke luar negeri,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa para menteri di bawah Presiden RI harus bekerja lebih keras dan cermat dalam merancang kebijakan ekonomi. Jika pengusaha kaya merasa tidak mendapat kepastian dan perlindungan berusaha di dalam negeri, maka pemerintah dinilai gagal menjaga kekuatan ekonomi nasional.

Dalam paparannya, Prof Sutan turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang semakin tertekan. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok, sementara pendapatan masyarakat tidak mengalami peningkatan signifikan.

“Uang Rp1 juta di tahun 2026 nilainya tidak lagi sama seperti dulu. Jika dibandingkan, daya belinya hampir setara Rp300 ribu di tahun 2005,” jelasnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, sangat membebani masyarakat kelas menengah ke bawah. Banyak yang tidak lagi memiliki tabungan dan terpaksa bergantung pada pinjaman online demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sudah 11 tahun kenaikan harga kebutuhan pokok tidak seimbang dengan penghasilan masyarakat. Ini telah menjadi beban struktural yang memiskinkan rakyat secara luas,” ungkap Prof Sutan.

Ia bahkan menyebut situasi saat ini sebagai “super krisis” bagi masyarakat kecil. Banyak keluarga hanya mampu bertahan hidup dengan makan seadanya, tanpa asupan gizi yang layak.

“Apakah rakyat harus hidup pagi, siang, dan malam hanya dengan nasi dan mie instan? Ini kondisi yang sangat memprihatinkan,” katanya.

Di sisi lain, Prof Sutan menilai ironi justru terjadi ketika kekayaan sebagian orang kaya terus menumpuk, sementara kondisi masyarakat dan negara semakin tertekan.

“Presiden RI dan Negara Indonesia tidak boleh kalah. Pemerintah harus mengambil alih kendali jalur ekonomi agar kekuatan modal benar-benar berpihak pada rakyat dan kepentingan nasional,” pungkasnya.

Narasumber:

Prof Dr KH Sutan Nasomal, SE, SH, MH

Pakar Hukum Internasional & Ekonom Nasional

Presiden Partai Oposisi Merdeka

Pendiri dan Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS

( Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image