BREAKING NEWS

Prof Sutan Nasomal Minta Presiden RI Tegas Selamatkan Anak Bangsa dari Putus Sekolah Dampak Krisis Ekonomi

JAKARTA| umardaninews.com— Persoalan meningkatnya angka anak putus sekolah di berbagai daerah menjadi sorotan serius Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH. Ia meminta Presiden Republik Indonesia untuk turun tangan secara tegas dan memerintahkan seluruh jajaran pemerintah, terutama kepala daerah, agar bertanggung jawab atas memburuknya kondisi ekonomi rakyat yang berdampak langsung pada dunia pendidikan.

Prof Sutan Nasomal menilai, krisis ekonomi yang dirasakan masyarakat bawah saat ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari gagalnya sebagian pejabat menjalankan amanah jabatan. Praktik korupsi, kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, hingga lemahnya pengawasan telah mempersempit ruang hidup masyarakat kecil.

“Ketika ekonomi melemah, yang pertama dikorbankan adalah pendidikan anak. Banyak orang tua kehilangan penghasilan, terjerat hutang, dan akhirnya tidak sanggup lagi membiayai sekolah anaknya,” ujar Prof Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan pimpinan redaksi media cetak dan online, nasional maupun internasional, melalui sambungan telepon seluler dari Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan aduan masyarakat yang diterimanya dari berbagai daerah, penurunan pendapatan keluarga telah memaksa anak-anak meninggalkan bangku sekolah demi membantu orang tua memenuhi kebutuhan dasar. Kondisi ini diperparah oleh naiknya harga kebutuhan pokok dan semakin sempitnya lapangan pekerjaan.

Menurut Prof Sutan Nasomal, sekitar 40 persen rumah tangga saat ini bertahan hidup dengan hutang, bahkan tidak sedikit yang akhirnya harus mengakhiri pernikahan akibat tekanan ekonomi. Dalam situasi tersebut, hak anak untuk mendapatkan pendidikan kerap tersisih, digantikan oleh tuntutan bertahan hidup.

“Anak-anak itu bukan memilih berhenti sekolah. Mereka terpaksa turun ke jalan, mencari uang receh untuk makan hari ini, lalu pulang membawa apa yang ada untuk adik-adiknya. Ini potret kegagalan kita bersama,” tuturnya dengan nada prihatin.

Ia juga menyoroti minimnya kepekaan sebagian kepala daerah terhadap kondisi riil masyarakat, yang dinilai lebih sibuk dengan agenda seremonial ketimbang membangun solusi nyata. Prof Sutan Nasomal menegaskan, anak putus sekolah tidak boleh diperlakukan sebagai angka statistik, apalagi dijadikan proyek kepentingan tertentu.

“Jangan ciptakan jurang kebodohan baru akibat kelalaian penguasa. Pejabat negara digaji dari keringat rakyat, maka kewajibannya adalah melindungi masa depan anak-anak bangsa,” tegasnya.

Dalam pandangannya, kepemimpinan Presiden RI menjadi kunci untuk menggerakkan kembali kekuatan ekonomi rakyat serta memastikan kebijakan pendidikan berjalan efektif hingga ke daerah. Ia menilai, masih ada harapan bagi masyarakat jika pemerintah pusat berani bersikap tegas terhadap pejabat daerah yang gagal menjalankan tugasnya.

“Jika jutaan anak terancam kehilangan masa depan karena kepala daerah tidak mampu bekerja dengan baik, maka negara harus hadir. Presiden harus bertindak demi menyelamatkan generasi penerus bangsa,” pungkas Prof Sutan Nasomal.

Narasumber:

Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH

Pakar Hukum Internasional | Ekonom Nasional | Tokoh Pers Internasional | Presiden Partai Oposisi Merdeka

( Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image