Sorotan Konstruksi Jembatan Gantung Desa Danau Rata: Galian Pondasi Diduga Hanya 2 Meter, Warga Minta Audit Teknis
MUARA ENIM| umardaninews.com— Proyek pembangunan jembatan gantung di Desa Danau Rata, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran serius terkait kedalaman galian pondasi tiang jembatan yang disebut-sebut hanya sekitar 2 meter, angka yang dinilai tidak meyakinkan untuk menopang beban operasional.
Kritik keras disampaikan mantan Ketua BPD Desa Danau Rata, Umardani, yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi media online umardaninews.com. Ia mempertanyakan standar teknis konstruksi yang digunakan dalam proyek tersebut, terutama terkait aspek keselamatan struktur.
Menurutnya, kedalaman pondasi menjadi faktor krusial dalam menentukan kekuatan dan stabilitas jembatan, terlebih jika nantinya jembatan akan dilalui beban hingga lebih dari satu ton. Ia menilai, apabila benar galian hanya sedalam 2 meter, maka hal itu patut dipertanyakan kesesuaiannya dengan standar konstruksi teknik sipil.
“Pertanyaannya sederhana, apakah kedalaman 2 meter itu sudah sesuai standar konstruksi? Jika jembatan menanggung beban lebih dari satu ton saat beroperasi, apakah benar-benar aman atau justru berpotensi ambruk?” tegas Umardani.
Ia menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat yang kelak menggunakan fasilitas tersebut. Karena itu, ia mendesak dinas terkait segera turun langsung melakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh sebelum jembatan diresmikan.
Umardani juga meminta agar proses pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menguji kualitas pekerjaan secara teknis dan profesional. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi atau dugaan pelanggaran standar konstruksi, ia menilai kontraktor pelaksana harus diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.
Desakan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi proyek infrastruktur di daerah. Warga berharap pembangunan fasilitas publik tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar keselamatan jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi teknis terkait mengenai spesifikasi kedalaman pondasi maupun standar perencanaan struktur jembatan gantung tersebut. Masyarakat kini menunggu klarifikasi resmi sekaligus langkah konkret pengawasan dari pihak berwenang