Sungai Lematang Meluap, 10 Desa di Tanah Abang Terendam: Polisi Siaga Evakuasi Warga
PALI| umardaninews.com — Luapan Sungai Lematang kembali mengancam wilayah Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Akibat curah hujan tinggi dan kiriman air dari daerah hulu, 10 desa di bantaran sungai terendam banjir, Rabu (4/2/2026).
Ketinggian air bervariasi mulai dari 5 hingga 130 sentimeter, dengan kondisi terparah terjadi di Desa Curup, di mana air telah menyebrang badan jalan dan masuk ke lantai rumah warga.
Meski belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian materiil, situasi dinilai rawan berkembang jika debit air terus meningkat.
Kapolsek Tanah Abang, AKP Arzuan, S.H, mengatakan pihaknya sejak pagi telah melakukan patroli dan monitoring langsung ke desa-desa terdampak banjir.
“Debit air Sungai Lematang terpantau masih terus naik. Air sudah masuk ke pekarangan warga dan di beberapa titik mulai masuk ke rumah. Kami lakukan pemantauan ketat dan siaga penuh di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banjir kali ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi ditambah air kiriman dari wilayah hulu Sungai Lematang, seperti Pagar Alam, Kabupaten Lahat, dan Muara Enim. Kondisi tersebut berpotensi membuat sejumlah desa terisolasi apabila air terus meninggi.
Sementara itu, Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait,S.H.,S.I.K.,M.I.K,melalui Kapolsek Tanah Abang menegaskan bahwa jajaran Polres PALI siaga penuh menghadapi ancaman banjir.
“Kami sudah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan, melakukan monitoring berkelanjutan, dan memperkuat koordinasi lintas instansi. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegas Kapolres.
Polsek Tanah Abang telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPBD, serta instansi terkait untuk menyiapkan posko siaga banjir dan langkah evakuasi darurat apabila kondisi memburuk.
"Hingga saat ini,warga yang terdampak masih bertahan dirumah masing-masing atau menumpang ke rumah keluarga yang lebih aman. Aparat kepolisian bersama instansi terkait terus berjaga dan memantau perkembangan debit air Sungai Lematang secara intensif,"pungkasnya.
( Red)