BREAKING NEWS

Viral Tribun Lapangan Talang Nangka Rusak Usai Dibangun, Proyek Rp1 Miliar Lebih Disorot: Pengawasan dan Kualitas Dipertanyakan

MUARA ENIM| umardaninews.com— Proyek pembangunan tribun dan sarana prasarana Lapangan Sepak Bola di Desa Talang Nangka, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menuai kritik keras dari masyarakat setelah bangunan yang baru beberapa bulan selesai itu dilaporkan mengalami kerusakan serius.

Struktur rangka baja dan atap tribun disebut warga bergeser bahkan “terbang” dari posisi semula. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran publik karena selain menimbulkan kerugian negara, juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna lapangan.

Berdasarkan informasi papan proyek, pembangunan tersebut bersumber dari APBD Tahun 2025 dengan nilai pagu lebih dari Rp1 miliar dan dikerjakan oleh CV Adhirya Nugraha. Namun warga menduga pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Seorang warga berinisial UE mengungkapkan bahwa kerusakan terjadi secara tiba-tiba.

“Untung waktu rangka dan atapnya terbang tidak ada orang di dekatnya,” ujarnya.

Sorotan Tajam pada Pengawasan Proyek

Tidak hanya kontraktor, masyarakat juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak pelaksana teknis pemerintah. Mereka mempertanyakan peran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta dinas terkait yang dinilai tidak maksimal memastikan kualitas pekerjaan di lapangan.

Seorang aktivis dapil III Muara Enim berinisial AD menilai kerusakan cepat pada bangunan bernilai miliaran rupiah merupakan indikasi serius yang tidak boleh dianggap sebagai kerusakan biasa.

“Ini harus diusut. Ada apa dengan pengawasannya?” tegasnya.

Desakan Penegakan Hukum

Masyarakat Desa Talang Nangka mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan menyelidiki dugaan penyimpangan anggaran dalam proyek tersebut. Mereka meminta audit teknis independen dilakukan untuk memastikan apakah konstruksi telah dikerjakan sesuai standar mutu.

Selain itu, warga juga menuntut sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran, termasuk kemungkinan memasukkan kontraktor ke daftar hitam proyek pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak dinas terkait maupun kontraktor pelaksana mengenai penyebab kerusakan bangunan. Sikap diam ini justru semakin memperkuat desakan publik agar investigasi terbuka segera dilakukan demi menjawab kecurigaan masyarakat sekaligus menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image